
Palu – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tengah melalui Bidang Penegakan Hukum dan Kepatuhan Internal menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang keterlibatan pemangku kepentingan dan strategi validasi dalam pengawasan ketenagakerjaan, yang dilaksanakan pada Selasa (07/04/2026) bertempat di Hotel Aston Palu.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tengah diwakili oleh I Nyoman Nariana. FGD ini turut melibatkan berbagai instansi dan pemangku kepentingan, antara lain Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Kesehatan, Dinas Kesbangpol, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta perwakilan dari konsultan Winrock International.
FGD yang diselenggarakan oleh TUK Indonesia bersama Yayasan Tanah Merdeka, Inkrispena, dan Winrock International ini bertujuan untuk menghimpun masukan serta menyamakan persepsi antar pemangku kepentingan dalam upaya pengawasan ketenagakerjaan, khususnya pada sektor pertambangan nikel di wilayah Morowali.
Dalam diskusi, berbagai isu strategis mengemuka. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi menyoroti pentingnya perlindungan serta keselamatan tenaga kerja di kawasan tambang. Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi mengangkat potensi gangguan kesehatan, khususnya penyakit ISPA akibat paparan debu silika yang berisiko bagi pekerja maupun masyarakat sekitar.
Permasalahan sosial juga menjadi perhatian, di antaranya adanya indikasi pekerja anak serta meningkatnya kerentanan perempuan di kawasan tambang, khususnya menjelang periode pembayaran upah. Hal ini menjadi sorotan Dinas DP3A sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi kerawanan sosial di wilayah tersebut.

Dari sisi keimigrasian, peran Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) turut dibahas sebagai bagian penting dalam pengawasan keberadaan dan aktivitas warga negara asing di kawasan industri tambang, guna memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Perwakilan Winrock International yang hadir dalam kegiatan ini, melalui Project Director Nonok Sumarsono, menyampaikan bahwa organisasi tersebut merupakan lembaga global berbasis di Amerika Serikat yang aktif dalam berbagai program pembangunan, termasuk di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antar instansi dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pertambangan, khususnya dalam aspek ketenagakerjaan, kesehatan, sosial, dan pengawasan orang asing.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam merumuskan strategi bersama yang lebih efektif dan berkelanjutan.
